Setelah 1999, Buku Capita Selecta Sejarah Dan Kebudayaan Sulsel (Versi Revisi) Kembali Di Terbitkan-201712110216.jpg

Setelah 1999, Buku Capita Selecta Sejarah Dan Kebudayaan Sulsel (Versi Revisi) Kembali Di Terbitkan

SIGn Publisher 11-12-2017

Buku ‘Capita Selecta Sejarah Dan Budaya Sulawesi Selatan’ sebuah maha karya Prof. Mr. Dr. H. A. Zainal Abidin pada masanya, pernah begitu berjaya, bahkan menjadi alternatif beberapa kalangan, sebagai bagian referensi akan peristiwa masa lampau Sulsel.

Diluncurkan tahun 1999, buku terbitan Universitas Hasanuddin Press tersebut kini kembali akan dipasarkan, namun versi yang telah direvisi. Hal tersebut, tentu menjadi kabar baik bagi Andi Mirza putera Almarhum Andi Zainal Abidin. Menurutnya, perhatian yang diberikan oleh penerbit merupakan suatu kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan di Sulsel.

“kehadiran karya Alm Zainal Abidin dalam bentuk revisi dilakukan sebagai upaya melestarikan pemahaman dan praktik-praktik kebudayaan. Dan ini salah satu harapan yang sering disampaikan Almarhum perihal buku tersebut,” ujar Mirza selaku ahli waris buku tersebut dalam rilis ke redaksi.

Senada, Drs. Sudirman Sabang, editor sekaligus saksi hidup yang pernah mendampingi Almarhum Prof. Zainal Abidin semasa hidup, buku karya Alm Zainal Abidin adalah sebuah penguatan identitas, juga merupakan tolak ukur masa depan dari cerita-cerita masa lampau.

“Dalam rangka penguatan identitas diri maka kebudayaan merupakan pengungkapan gagasan untuk meningkatkan harkat dan martabat sebagai mahkluk individu, maupun sebagai makhluk sosial.
Sejarah merupakan tiga dimensi yaitu melalui masa sekarang untuk menata masa depan yang bersamaan dengan kejujuran obyektifitas dan jati diri,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Penerbit Sign, Abd. Kahar Muzakkir. Dalam paparannya, menjelaskan, karya emas Zainal Abidin yang juga pernah menjadi bagian masa lalu baginya patut mendapat apresiasi. Bahkan setelah mendapat kepercayaan dari ahli waris untuk menerbitkan dan begitu dimudahkan dalam pencarian data, dinilainya sebagai bagian dari melestarikan sejarah dan kebudayaan akan Sulawesi Selatan.

“Setelah menawarkan diri untuk menerbitkan dengan sistem penerbitan yang telah disepakati, kami dimudahkan dalam mengakses naskah, sebagai bagian dari mengumpulkan materi data.”

Lebih lanjut, Accy begitu ia disapa, menjelaskan proses panjang penerbitan, hingga terjadi salah paham dengan salah seorang yang dipercayakan oleh ahli waris dalam mendistribusikan buku. Ia juga berharap agar buku yang akan dipasarkan tersebut dapat menjadi jawaban akan minimnya informasi terhadap sejarah dan budaya.

“Ada miss komunikasi dari penerbitan hingga distribusi, hal tersebut membuat pengajuan untuk kata pengantar yang nantinya akan dituliskan oleh bapak Gubernur SYL jadi terhambat. Saya berharap buku ini nantinya menjadi jawaban akan krisis identitas saat ini,” tutupnya.

Buku ‘Capita Selecta Sulsel’ ini pun dibagi menjadi masing-masing bagian, dengan judul ‘Capita Selecta Sejarah Sulawesi Selatan’ dan ‘Capita Selecta Kebudayaan Sulawesi Selatan’.

Penulis : Razak