$buku->foto

Deskripsi :

Dasar-Dasar Hukum Tata Negara: Suatu Kajian Pengantar Hukum Tata Negara dalam Perspektif Teoritis-Filosofis

R., A. Sakti Ramdhon Syah. 2019. Dasar-Dasar Hukum Tata Negara: Suatu Kajian Pengantar Hukum Tata Negara dalam Perspektif Teoritis-Filosofis. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Author : A. Sakti Ramdhon Syah R.
Year : 2019
Title : Dasar-Dasar Hukum Tata Negara: Suatu Kajian Pengantar Hukum Tata Negara dalam Perspektif Teoritis-Filosofis
Editor : Muhammad Syahrul Kahar
Place Published : Makassar
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)
Pages : xiv + 196 hal.; 14,5 cm x 21 cm
Penyunting : Abd. Kahar Muzakkir
ISBN : 978-602-5522-24-6
URL : https://penerbitsign.com/single-buku/dasar-dasar-hukum-tata-negara
Language : ind

 

 

Description

Hukum Tata Negara merupakan cabang dari Ilmu Hukum. Dari segi teori, Hukum Tata Negara (staatrecht) dibedakan menjadi 2 (dua) pengertian, yaitu staatrecht in ruimere zin (arti luas), dan staatrecht in engere zin (arti sempit), dimana dalam arti in engere zin inilah Hukum Tata Negara atau verfassungrecht yang dapat dibedakan antara pengertian yang luas dan pengertian yang sempit. Hukum Tata Negara dari segi Istilah biasanya juga dipersamakan dengan istilah law constitutional yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Hukum Konstitusi, walaupun ada juga yang membedakan antara Hukum Tata Negara dan Hukum Konstitusi.
Hukum Tata Negara juga dapat dipelajari dari segi Hukum Tata Negara positif dan Hukum Tata Negara umum. Hukum Tata Negara positif mempelajari tentang norma-norma dasar yang berlaku di suatu wilayah dan waktu tertentu. Sementara Hukum Tata Negara umum mempelajari segala gejala ilmiah yang berkaitan dengan hukum tata Negara pada umumnya. Hal ini berkaitan pula dengan istilah lehre dan recht pada istilah verfassung yang mengindikasikan bahwa domain akademis Ilmu Hukum Tata Negara sangat luas jangkauan pembahasannya.
Buku ini terdiri atas 7 (tujuh) Bab dan dimulai dengan Bab I : Pendahuluan; Bab II : Ilmu Hukum Tata Negara; Bab III : Sumber-sumber Hukum Tata Negara; Bab IV : Konstitusi; Bab V : Lembaga dan Fungsi Kekuasaan Negara; Bab VI : Hak Asasi Manusia dan Kewarganegaraan; dan Bab VII : Partai Politik dan Pemilihan Umum.

 

Referensi

  1. 2010. “Buku VII: Warga Negara dan Penduduk, Hak Asasi Manusia, dan Agama.” In Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Latar Belakang, Proses, dan Hasil Pembahasan 1999 – 2002. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.
  2. Alder, John, and Peter English. 1989. Constitutional and Administrative Law. London: Macmillan Education.
  3. Ali, Achmad. 2002. Menguak Tabir Hukum: Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis. Jakarta: Gunung Agung.
  4. Almond, Gabriel A., ed. 1974. Comparative Politics Today: A World View. Boston: Little Brown & Co.
  5. Apeldoorn, Lambertus Johannes van. 1972. Inleiding tot de Studie van het Nederlandse Recht. 17th ed. Haarlem: H.D. Tjeenk Willink.
  6. Apeldoorn, Lambertus Johannes van. 1985. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
  7. Askin, Mohammad. 2016. Perkembangan Pengaturan Partai Politik Indonesia 1945 – 2014. Jakarta: Unas Press.
  8. Asshiddiqie, Jimly. 2009. Pengantar Hukum Tata Negara. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  9. Asshiddiqie, Jimly. 2010. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
  10. Asshiddiqie, Jimly. 2011. Hukum Tata Negara & Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika.
  11. Asshiddiqie, Jimly. 2012. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sinar Grafika.
  12. Asshiddiqie, Jimly. 2014. Perihal Undang-Undang. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  13. Asshiddiqie, Jimly. 2015. Gagasan Konstitusi Sosial: Institusionalisasi dan Konstitusionalisasi Kehidupan Sosial Masyarakat Madani. Jakarta: LP3ES.
  14. Atmadja, I Dewa Gede. 2012. Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia Sesudah Perubahan UUD 1945. Malang: Setara Press.
  15. Atmadja, I Dewa Gede, and et.al. 2015. Teori Konstitusi & Konsep Negara Hukum. Malang: Setara Press.
  16. Azhary, Muhammad Tahir. 2003. Negara Hukum: Suatu Studi tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  17. Azhary, Muhammad Tahir. 2012. Beberapa Aspek Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, dan Hukum Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  18. Bahar, Saafroedin, Nannie Hudawati Sinaga, and Ananda B. Kusuma, eds. 1995. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
  19. Basah, Sjachran. 1992. Perlindungan Hukum terhadap Sikap-Tindak Administrasi Negara. Bandung: PT. Alumni.
  20. Bentham, Jeremy. 2014. Teori Perundang-undangan: Prinsip-Prinsip Legislasi, Hukum Perdata dan Hukum Pidana. Bandung: Nuansa Cendekia.
  21. Bernstorff, Jochen von. 2012. “Georg Jellinek and the Origins of Liberal Constitutionalism in International Law.” Goettingen Journal of International Law 4 (3).
  22. Bruggink, J. J. H. 2015. Refleksi Tentang Hukum: Pengertian-Pengertian Dasar dalam Teori Hukum. Translated by Bernard Arief Sidharta. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
  23. Bryce, James. 1901. Studies in History and Jurisprudence. Vol. 1. Oxford: Clarendon Press.
  24. Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Revisi ed. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  25. Burns, Arnold I., and Stephen J. Markman. 1987. “Understanding Separation of Powers.” Pace Law Review 7 (3).
  26. Busroh, Abu Daud. 2016. Ilmu Negara. Jakarta: Bumi Aksara.
  27. D., Moh. Mahfud M. 2009. Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  28. D., Moh. Mahfud M. 2012. Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  29. Dekker, I Nyoman. 1993. Hukum Tata Negara Republik Indonesia: Suatu Pengantar. Malang: IKIP Malang.
  30. Dicey, Albert Venn. 1889. Introduction to the Study of the Law of the Constitution. London: Coller MacMillan Publisher.
  31. Dicey, Albert Venn. 2007. Pengantar Teori Hukum Kritis. Bandung: Nusamedia.
  32. Djokosoetono. 1982. Hukum Tata Negara. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  33. Efriza. 2014. Studi Parlemen: Sejarah, Konsep, dan Lanskap Politik Indonesia. Malang: Setara Press.
  34. Erfandi. 2014. Parliamentary Threshold dan HAM: Dalam Hukum Tata Negara Indonesia. Malang: Setara Press.
  35. Firdaus. 2015. Constitutional Engineering: Desain Stabilitas Pemerintahan Demokrasi & Sistem Kepartaian. Bandung: Yrama Widya.
  36. Friedrich, Carl Joachim. 1949. Constutional Government and Democracy: Theory and Practice in Europe and America. Harrisburg: Ginn and Company.
  37. Garvey, John H., and T. Alexander Aleinikoff. 1994. Modern Constitutional Theory: A Reader. Minnesota: West Publishing.
  38. Gilissen, Emeritus John, and Emeritus Frits Gorle. 2005. Sejarah Hukum: Suatu Pengantar. Translated by Lili Rasjidi. Bandung: Refika Aditama.
  39. Hadjon, Philipus M., R. Sri Soemantri Martosoewignjo, Sjachran Basah, Bagir Manan, M. Laica Marzuki, J. B. J. M. Ten Berge, P. J. J. van Buuren, and F. A. M. Stroink, eds. 2008. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: UGM Press.
  40. Hakim, Abdul Aziz. 2011. Negara Hukum dan Demokrasi di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  41. Held, David. 2004. Demokrasi & Tatanan Global: Dari Negara Modern Hingga Pemerintahan Kosmopolitan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  42. Heller, Hermann. 1934. Staatlehre: Herausgegeben von Gerhart Niemeyer. Leiden: A.W. Sijthoff.
  43. Horowitz, Donald L. 2013. Perubahan Konstitusi dan Demokrasi di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  44. Huda, Ni’matul. 1999. Hukum Tata Negara: Kajian Teoritis dan Yuridis Terhadap Konstitusi Indonesia. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum FH-UII.
  45. Huda, Ni’matul. 2007. Lembaga Negara dalam Masa Transisi Demokrasi. Yogyakarta: UII Press.
  46. Huda, Ni’matul, and M. Imam Nasef. 2017. Penataan Demokrasi & Pemilu di Indonesia Pasca Reformasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  47. Huntington, Samuel P. 1984. “Will More Countries Become Democratic?” Political Science Quarterly 99 (2):193 - 218.
  48. Huntington, Samuel P. 1991. The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century. Oklahoma: University of Oklahoma Press.
  49. Husen, La Ode. 2009. Negara Hukum, Demokrasi dan Pemisahan Kekuasaan. Makassar: PT. Umitoha Ukhuwah Grafika.
  50. Husen, La Ode, and Husni Thamrin. 2017. Hukum Konstitusi: Kesepakatan (Agreement) dan Kebiasaan (Custom) Sebagai Pilar Konvensi Ketatanegaraan. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).
  51. Isra, Saldi. 2006. Reformasi Hukum Tata Negara: Pasca Amandemen UUD 1945. Padang: Andalas University Press.
  52. Isra, Saldi. 2010. Pergeseran Fungsi Legislasi: Menguatnya Model Legislasi Parlementer dalam Sistem Presidensial di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  53. Jellinek, Georg. 1914. Allgemeine Staatslehre. Berlin: Verlag von O. Haring.
  54. Karsayuda, M. Rizqinizamy. 2015. Partai Politik Lokal Untuk Indonesia: Kajian Yuridis Ketatanegaraan Pembentukan Partai Politik Lokal di Indonesia Sebagai Negara Kesatuan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  55. Kavanagh, Aileen. 2016. “The Constitutional Separation of Powers.” In Philosophical Foundations of Constitutional Law, edited by David Dyzenhaus and Malcolm Thorburn. London: Oxford University Press.
  56. Kelsen, Hans. 2008. Pengantar Teori Hukum. Bandung: Nusamedia.
  57. Kranenburg, Roelof. 1981. Ilmu Negara Umum. Translated by Sabaroedin. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
  58. Kusnardi, Moh., and Harmaily Ibrahim. 1983. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FH-UI dan CV. Sinar Bakti.
  59. Kuswanto. 2016. Konstitusionalitas Penyerderhanaan Partai Politik: Pengaturan Penyederhanaan Partai Politik dalam Demokrasi Presidensial. Malang: Setara Press.
  60. Leyh, Gregory. 2015. Hermeneutika Hukum: Sejarah Teori dan Praktik. Bandung: Nusamedia.
  61. Loewenstein, Karl. 1965. Political Power and the Governmental Process. 2nd ed. Illinois: University of Chicago Press.
  62. Logemann, J. H. A. 1948. Over de Theorie van een Stelling Staatsrecht. Leiden: Uniersitaire Pers.
  63. Logemann, J. H. A. 1975. Tentang Teori Suatu Hukum Tata Negara Positif. Translated by Makkatutu and J. C. Pangkerego. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
  64. Maarseveen, Henc van, and Ger van der Tang. 1978. Written Constitutions: A Computerized Comparative Study. Alphen aan den Rijn: Oceana Publications, Inc.
  65. MacIver, Robert Morrison. 1955. The Modern State. 1st ed. London: Oxford University Press.
  66. MacIver, Robert Morrison. 1980. Negara Modern. Jakarta: Aksara Baru.
  67. Madjid, Nurcholish, M. Quraish Shihab, Jalaluddin Rakhmat, Abdurrahman Wahid, Ali Yafie, Harun Nasution, and Komaruddin Hidayat. 1994. Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.
  68. Manan, Bagir. 1987. Konvensi Ketatanegaraan. Bandung: CV. Armico.
  69. Manan, Bagir, and Susi Dwi Harijanti. 2014. Memahami Konstitusi: Makna dan Aktualisasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  70. Marbun, S. F., and Moh. Mahfud M. D. 2009. Pokok-pokok Hukum Administrasi Negara. Yogyakarta: Liberty.
  71. Marijan, Kacung. 2010. Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca Orde Baru. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  72. Marshall, Geoffrey. 1971. Constitutional Theory. London: Oxford University Press.
  73. Martin, Elizabeth A., ed. 2003. Oxford Dictionary Of Law. 5th ed. London: Oxford University Press.
  74. Martosoewignyo, Sri Soemantri. 2014. Hukum Tata Negara Indonesia: Pemikiran dan Pandangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  75. Martosoewignyo, Sri Soemantri. 2016. Konstitusi Indonesia: Prosedur dan Sistem Perubahannya Sebelum dan Sesudah UUD 1945 Perubahan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  76. Marzuki, Peter Mahmud. 2017. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  77. Mas’oed, Mohtar, and Colin MacAndrews. 2008. Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: UGM Press.
  78. Mertokusumo, R. M. Sudikno. 2014. Teori Hukum. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.
  79. Meuwissen, D. H. M. 2007. Meuwissen Tentang Pengembanan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum dan Filsafat Hukum. Translated by Bernard Arief Sidharta. Bandung: Refika Aditama.
  80. Mochtar, Zainal Arifin. 2016. Lembaga Negara Independen: Dinamika Perkembangan dan Urgensi Penataannya Kembali Pasca-Amandemen Konstitusi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  81. Mollah, Md Awal Hossain. 2006. “Separation of Judiciary and Judicial Independence in Bangladesh.” Journal Comparative Law Studies 7 (48).
  82. Montesquieu, Baron de. 2011. The Spirit of Laws: Dasar-Dasar Ilmu Hukum dan Ilmu Politik. Bandung: Nusamedia.
  83. Muhtaj, Majda El. 2005. Hak Asasi manusia dalam Konstitusi Indonesia: Dari UUD 1945 Sampai dengan Perubahan UUD 1945 Tahun 2002. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  84. Nonet, Philippe, and Philip Selznick. 2015. Hukum Responsif. Bandung: Nusamedia.
  85. Phillips, O. Hood, and Paul Jackson. 2001. Constitutional and Administrative Law. 8th ed. London: Sweet & Maxwell.
  86. Pot, C. W. van der. 1968. Handboek van het Nederlandse Staatsrecht. Zwolle: W.E.J. Tjeenk Willink.
  87. Pound, Roscoe. 1982. Pengantar Filsafat Hukum. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
  88. Pound, Roscoe. 1999. An Introduction to the Philosophy of Law. New Jersey: Transaction Publishers.
  89. Prins, W. F., and R. Kosim Adisapoetra. 1983. Pengantar Ilmu Hukum Administrasi Negara. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
  90. Prodjodikoro, Wirjono. 1989. Azas-Azas Hukum Tata Negara di Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
  91. Qamar, Nurul. 2012. Pengantar Politik Hukum Ketatanegaraan. Makassar: Pustaka Refleksi.
  92. Quito, Emerita S. 1998. Fundamentals of Ethics. Manila: De La Salle University Press.
  93. Rahardjo, Satjipto. 2014. Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
  94. Ranawijaya, Usep. 1983. Hukum Tata Negara Indonesia: Dasar-Dasarnya. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  95. Rawls, John. 2006. Teori Keadilan: Dasar-Dasar Filsafat Politik untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial dalam Negara. Translated by Uzair Fauzan and Heru Prasetyo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  96. Ridwan, H. R. 2006. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  97. Riwanto, Agus. 2016. Hukum Partai Politik dan Hukum Pemilu di Indonesia: Pengaruhnya Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Berkualitas dan Sistem Pemerintahan Presidensial Efektif. Yogyakarta: Thafa Media.
  98. Rousseau, Jean-Jacques. 2014. Du Contract Social. Paris: Le Livre de Poche.
  99. Rubaie, Ach. 2017. Putusan Ultra Petita Mahkamah Konstitusi: Perspektif Filosofis, Teoritis, dan Yuridis. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo.
  100. Saleh, Imam Anshori. 2014. Konsep Pengawasan Kehakiman: Upaya Memperkuat Kewenangan Konstitusional Komisi Yudisial dalam Pengawasan Peradilan. Malang: Setara Press.
  101. Schmitt, Carl. 1957. Verfassungslehre. Berlin: Duncker & Humblot.
  102. Scholten, Paul. 1931. Algemeen Deel, Mr. C. Asser’s: Handleiding tot de beoefening van het Nederlandsch Burgerlijk Recht. Zwolle: W.E.J. Tjeenk Willink.
  103. SIrajuddin, Fathurahman, and Zulkarnain. 2016. Legislative Drafting: Pelembagaan Metode Partisipatif dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Malang: Setara Press.
  104. Soebechi, Imam. 2016. Hak Uji Materiil. Jakarta: Sinar Grafika.
  105. Soeprapto, Maria Farida Indrati. 2007. Ilmu Perundang-undangan: Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan. Vol. 1. Yogyakarta: PT. Kanisius.
  106. Soeprapto, Maria Farida Indrati. 2007. Ilmu Perundang-undangan: Proses dan Teknik Pembentukannya. Vol. 2. Yogyakarta: PT. Kanisius.
  107. Soewandi, Raden. 1957. Hak-Hak Dasar dalam Konstitusi-Konstitusi Demokrasi Modern. Jakarta: Yayasan Pembangunan.
  108. Strong, C. F. 1960. Modern Political Constitution: An Introduction to the Comparative Study of Their History and Existing Form. London: Sidgwick & Jackson.
  109. Strong, C. F. 2014. Konstitusi-Konstitusi Politik Modern: Studi Perbandingan tentang Sejarah dan Bentuk. Bandung: Nusamedia.
  110. Struycken, Antonius Alexis Hendrikus. 1915. Het staatsrecht van het Koninkrijk der Nederlanden. Arnhem: Gouda Quint.
  111. Subardjo. 2012. Dewan Perwakilan Daerah (DPD): Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Penerapan Sistem Bikameral dalam lembaga Perwakilan Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  112. Suharko. 2005. Merajut Demokrasi: Hubungan NGO, Pemerintah dan Pengembangan Tata Pemerintahan Demokratis (1966-2001). Yogyakarta: Tiara Wacana.
  113. Sukmariningsih, Retno Mawarini. 2014. “Penataan Lembaga Negara Mandiri Dalam Struktur Ketatanegaraan Indonesia.” Mimbar Hukum, FH-UGM 26 (2).
  114. Sulistiyono, Adi, and Isharyanto. 2018. Sistem Peradilan di Indonesia: Dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  115. Sumadi, Ahmad Fadlil. 2013. Politik Hukum Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi: Aktualisasi Konstitusi dalam Praksis Kenegaraan. Malang: Setara Press.
  116. Supriyanto, Hadi. 2004. “Pemisahan Fungsi Kekuasaan Eksekutif dan Yudikatif.” Jurnal Legislasi Indonesia 1 (1).
  117. Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
  118. Suswantoro, Gunawan. 2015. Pengawasan Pemilu Partisipatif: Gerakan Masyarakat Sipil untuk Demokrasi Indonesia. Jakarta: Erlangga.
  119. Syahuri, Taufiqurrohman. 2011. Tafsir Konstitusi berbagai Aspek Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  120. Tauda, Gunawan A. 2012. Komisi Negara Independen: Eksistensi Independent Agencies Sebagai Cabang Kekuasaan Baru dalam Sistem Ketatanegaraan. Yogyakarta: Genta Press.
  121. Thaib, Dahlan, Jazim Hamidi, and Ni’matul Huda. 2013. Teori dan Hukum Konstitusi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  122. Thoha, Miftah. 2014. Birokrasi Politik dan Pemilihan Umum di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  123. Thompson, Brian, and Michael Gordon. 2014. Cases and Materials on Constitutional and Administrative Law. 11th ed. United Kingdom: Oxford University Press.
  124. Thontowi, Jawahir, and Pranoto Iskandar. 2016. Hukum Internasional Kontemporer. Bandung: Refika Aditama.
  125. Unger, Roberto M. 2012. Teori Hukum Kritis: Posisi Hukum dalam Masyarakat Modern. Bandung: Nusamedia.
  126. Utrecht, Ernst. 1988. Pengantar Hukum Administrasi Negara Indonesia. Surabaya: Pustaka Tinta Mas.
  127. Vollenhoven, Cornelis van. 1934. Staatsrecht Overzee. Laiden: Stenfert Kroese.
  128. Wahjono, Padmo. 1982. Negara Republik Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
  129. Wahyono, Padmo. 1977. Ilmu Negara: Suatu Sistematik dan Penjelasan 14 Teori Ilmu Negara dari Jellinek. Jakarta: Melati Studio Group.
  130. Wahyono, Padmo. 1982. Negara Republik Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.
  131. Wahyono, Padmo. 1984. Beberapa Masalah Ketatanegaraan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
  132. Ward, Ian. 1998. An Introduction to Critical Legal Theory. Florida: Gaunt Inc.
  133. Ward, Ian. 2014. Pengantar Teori Hukum Kritis. Bandung: Nusamedia.
  134. Wheare, Kenneth Clinton. 1964. Modern Constitutions. United Kingdom: Oxford University Press.
  135. Wheare, Kenneth Clinton. 2011. Konstitusi-Konstitusi Modern. Translated by Muhammad Hardani. Bandung: Nusamedia.
  136. Wignjosoebroto, Soetandyo. 2013. Hukum Konsep dan Metode. Malang: Setara Press.
  137. Wignjosoebroto, Soetandyo. 2013. Pergeseran Paradigma dalam Kajian-Kajian Sosial dan Hukum. Malang: Setara Press.
  138. Yusa, I Gede, Ni Ketut Sri Utari, Gede Marhaendra Wija Atmaja, I Nengah Suantra, Komang Pradnyana Sudibya, Made Nurmawati, Ni Luh Gede Astariyani, Ni Made Ari Yuliartini Griadhi, and Nyoman Mas Aryani. 2016. Hukum Tata Negara: Pasca Perubahan UUD NRI 1945. Malang: Setara Press.

Download Sample PDF


Sisa Buku : 0