$buku->foto

Deskripsi :

Menguak Nilai Kearifan Lokal Bugis Makassar: Perspektif Hukum dan Pemerintahan

Nurul Qamar, Muhammad Syarif, Dachran S. Busthami, Hasbuddin Khalid, Farah Syah Rezah, and Abd. Kahar Muzakkir. (2018). Menguak Nilai Kearifan Lokal Bugis Makassar: Perspektif Hukum dan Pemerintahan. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Author : Nurul Qamar; Muhammad Syarif; Dachran S. Busthami; Hasbuddin Khalid; Farah Syah Rezah; Abd. Kahar Muzakkir
Year : 2018
Title : Menguak Nilai Kearifan Lokal Bugis Makassar: Perspektif Hukum dan Pemerintahan
Place Published : Makassar
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)
Pages : xii + 88 hal.; 14,5 cm x 21 cm
Penyunting : Faisal Rahman
ISBN : 978-602-5522-08-6
URL : Google Books
Language : ind

 

Description

Menguak Nilai Kearifan Lokal Bugis Makassar: Perspektif Hukum dan Pemerintahan merupakan tulisan yang sarat dengan pesan-pesan kultural leluhur Bugis Makassar dari aspek hukum dan pemerintahan, yang sangat penting dan diperlukan generasi kini untuk siap menerima stapet kepemimpinan pada saatnya dengan semangat nilai-nilai kejuangan, kecendekiaan dan kejujuran leluhurnya.

 

Referensi

  1. Abdullah, Hamid. 2009. Siri’: Kearifan Budaya Sulawesi Selatan. Jakarta: Lembaga Kesenian Sulawesi Selatan.
  2. Abdullah, Safri. 2008. Mahkamah: Dari Keadilan Normatif Menuju Keadilan Substantif. Makassar: Pustaka Refleksi.
  3. Agama, Departemen. 1985. Muqaddimah Al-Quran dan Tafsirnya. Jakarta: Departemen Agama RI.
  4. Algra, Nikolaas Egbert. 1983. Mula Hukum. Bandung: Bina Cipta.
  5. Ali, Achmad. 1997. Menang dalam Perkara Perdata. Makassar: PT. Umitoha Ukhuwah Grafika.
  6. Ali, Achmad. 1999. Pengadilan dan Masyarakat. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.
  7. Ali, Achmad. 2002. Menguak Tabir Hukum: Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis. Jakarta: Gunung Agung.
  8. Ali, Achmad. 2004. Sosiologi Hukum: Kajian Empiris terhadap Pengadilan. Depok: IBLAM.
  9. Alisjahbana, Sutan Takdir. 1982. Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai. Jakarta: Dian Rakyat.
  10. Aspar, Muhammad. 2011. Sejarah Kekaraengan Bontoa di Maros. Makassar: Pustaka Refleksi.
  11. Bagus, Lorens. 1996. Kamus Filsafat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  12. Bertens, Kees. 1994. Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  13. Bohannan, Paul J. 1963. Social Anthropology. New York: Holt, Rinehart & Winston.
  14. Bruggink, J. J. H. 1999. Refleksi Tentang Hukum: Pengertian-Pengertian Dasar dalam Teori Hukum. Translated by Bernard Arief Sidharta. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
  15. Campbell, Tom. 1994. Tujuh Teori Sosial: Sketsa, Penilaian Perbandingan. Yogyakarta: PT. Kanisius.
  16. Choiruddin Hadhiri, S. P. 1994. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Jakarta: CV. Gema Insani Press.
  17. Darmodihardjo, Darji. 1995. “Orientasi Singkat Pancasila.” In Santiaji Pancasila. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  18. Darmodihardjo, Darji, and Shidarta. 1995. Pokok-Pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  19. Effendy, Rusli, Achmad Ali, and Poppy Andi Lolo. 1991. Teori Hukum. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.
  20. Farid, Zainal Abidin. 1983. Persepsi Orang Bugis, Makassar tentang Hukum, Negara dan Dunia Luar. Bandung: PT. Alumni.
  21. Farid, Zainal Abidin. 1985. Wajo pada Abad XV-XVI: Suatu Penggalian Sejarah Terpendam Sulawesi Selatan dari Lontara’. Bandung: PT. Alumni.
  22. Hadiwardoyo, Purwo. 1985. Nilai-Nilai Kemanusiaan dan Hikmat bagi Pendidikan. Yogyakarta: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
  23. Hamid, Abu. 1994. Syekh Yusuf Makassar: Seorang Ulama, Sufi dan Pejuang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  24. Hart, H. L. A. 1986. The Concept of Law. 3 ed, Clarendon Law Series. London: Oxford University Press.
  25. Hornby, Albert Sydney. 1973. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. London: Oxford University Press.
  26. Ihromi, Tapi Omas, ed. 1993. Antropologi dan Hukum. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  27. Kattsoff, Louis O. 1987. Pengantar Filsafat. Translated by Soejono Soemargono. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  28. Kelsen, Hans. 1978. The Pure Theory of Law. Translated by Max Knight. Berkeley: University of California Press.
  29. Kelsen, Hans. 2006. Teori Umum tentang Hukum dan Negara. Translated by Raisul Muttaqien. Bandung: Nusamedia & Nuansa.
  30. Keraf, Alexander Sonny. 2000. Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: PT. Kanisius.
  31. Kern, R. A. 1989. I La Galigo: Cerita Bugis. Translated by La Side and Sagimun Mulus Dumadi. Yogyakarta: UGM Press.
  32. Lloyd, Dennis. 1964. The Idea of Law. London: MacGibbon & Kee.
  33. Lopa, Baharuddin. 1986. Amanna Gappa: Tinjauan Aspek Pelayaran. Jakarta: Lembaga Kesenian Sulawesi Selatan.
  34. Magnis-Suseno, Franz. 1991. Etika Sosial. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  35. Mannahao, Mustari Idris. 2010. The Secret of Siri’ na Pesse’. Makassar: Pustaka Refleksi.
  36. Menski, Werner F. 2006. Comparative Law in a Global Context: The Legal Systems of Asia and Africa. New York: Cambridge University Press.
  37. N. Drijarkara, S. J. 1978. Percikan Filsafat. Jakarta: PT. Pembangunan.
  38. Notohamidjojo, O. 1975. Soal-Soal Pokok Filsafat Hukum. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  39. Pontier, J. A. 2008. Penemuan Hukum. Translated by Bernard Arief Sidharta. Bandung: Jendela Mas Pustaka.
  40. Rachmat, Agus. 1992. “Titik Sentuh antara Etika dan Ekonomi.”  Jurnal Hukum Pro Justitia 10 (2).
  41. Rahardjo, Satjipto. 1991. Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
  42. Rahardjo, Satjipto. 2006. Membedah Hukum Progresif. Jakarta: Kompas.
  43. Rahardjo, Satjipto. 2007. Biarkan Hukum Mengalir: Catatan Kritis tentang Pergulatan Manusia dan Hukum. Jakarta: Kompas.
  44. Rahardjo, Satjipto. 2009. Hukum dan Perubahan Sosial: Suatu Tinjauan Teoritis serta Pengalaman-Pengalaman di Indonesia. Yogyakarta: Genta Press.
  45. Rahim, A. Rahman. 1992. Nilai-Nilai Utama Kebudayaan Bugis. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.
  46. Rawls, John. 2006. Teori Keadilan: Dasar-Dasar Filsafat Politik untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial dalam Negara. Translated by Uzair Fauzan and Heru Prasetyo. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  47. Raz, Joseph. 1983. The Authority of Law: Essays on Law and Morality. Oxford: Clarendon Press.
  48. Roucek, Joseph Slabey, and Roland L. Warren. 1959. Sociology: An Introduction. New Jersey: Littlefield, Adams, & Co.
  49. Rowe, Christopher. 2001. Sejarah Pemikiran Politik Yunani dan Romawi. Translated by Lidwina Leung. Jakarta: Rajawali Pers.
  50. Salman, Otje. 2007. Teori Hukum: Mengingat, Mengumpulkan, dan Membuka Kembali. Bandung: Refika Aditama.
  51. Saptomo, Ade. 2010. Hukum dan Kearifan Lokal: Revitalisasi Hukum Adat Nusantara. Jakarta: Grasindo.
  52. Sidharta, Bernard Arief. 2006. Moralitas Profesi Hukum: Suatu Tawaran Kerangka Berpikir. Bandung: Refika Aditama.
  53. Sidharta, Bernard Arief. 2009. Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum. Bandung: CV. Mandar Maju.
  54. Sudiyat, Iman. 2001. Hukum Adat: Sketsa Asas. Yogyakarta: Liberty.
  55. Sumitro, Ronny Hanitiyo. 1984. Masalah-Masalah Sosiologi Hukum. Bandung: Sinar Baru.
  56. Titus, Harold H. 1974. Living Issues in Philosophy. New York: American Book Company.
  57. Toynbee, Arnold Joseph. 1979. A Study of History. London: Thames & Hudson.
  58. Widnyana, I Made. 2003. Kapita Selekta Hukum Pidana Adat. Bandung: Eresco.

Download Sample PDF


Sisa Buku : 100